DPR RI menyampaikan duka cita mendalam atas bencana gempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Lembaga legislatif itu juga akan kembali mengirimkan perwakilan ke lokasi bencana pada Rabu (19/8) untuk memberikan bantuan dan mendorong percepatan penanganan.
"Kami sampaikan dukacita mendalam atas bencana gempa bumi di wilayah Provinsi NTT, sehingga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan dapat ditangani segera," ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Dasco menjelaskan, DPR telah mengirim perwakilan ke NTT sejak 16 Agustus untuk berkoordinasi dengan pemerintah terkait penanganan dampak bencana. Langkah ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR sekaligus mendorong pemerintah mengambil tindakan yang diperlukan.
"DPR RI telah mengirim perwakilannya pada tanggal 16 Agustus ke NTT dan telah mengadakan rapat koordinasi dengan pemerintah dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong pemerintah mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu untuk segera menangani dampak dari bencana," jelasnya.
Esok hari, pimpinan dan anggota DPR dijadwalkan berangkat ke NTT bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa serta sejumlah menteri terkait. Mereka akan memberikan bantuan dan meninjau langsung kondisi di lapangan untuk mendorong relokasi anggaran.
"Dinformasikan pada esok hari, pimpinan DPR juga telah menugaskan beberapa pimpinan dan anggota DPR beserta menteri keuangan dan beberapa menteri terkait lainnya untuk berangkat ke NTT, untuk kemudian memberikan bantuan-bantuan serta mendorong relokasi anggaran yang dianggap perlu," tuturnya.
Gempa berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang NTT pada Sabtu (16/8) telah menewaskan puluhan orang. Hingga Senin (17/8), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT mencatat 7.968 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari ringan hingga berat.
"Sampai dengan Senin kemarin jumlah rumah yang tercatat mengalami kerusakan ringan hingga berat mencapai 7.968 unit rumah," kata Kepala BPBD NTT Mahadin Sibarani dalam laporannya yang diterima di Kupang, Selasa (18/8).
Selain rumah warga, tercatat 744 fasilitas umum dan infrastruktur ikut rusak. Angka tersebut masih merupakan hasil pendataan sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi di lapangan.
Artikel Terkait
Polisi Kawal Distribusi Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Manggarai
Di Tengah Gempa dan Listrik Padam, Operasi Caesar Darurat Selamatkan Ibu dan Bayi di NTT
Pemerintah Kirim 253 Ton Logistik ke NTT, Akses Darat Mulai Normal
BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan di Flores, Aktivitas Masih Fluktuatif