Kabut Asap Makin Pekat, Warga Palangkaraya Keluhkan Gangguan Pernapasan

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:31 WIB
Kabut Asap Makin Pekat, Warga Palangkaraya Keluhkan Gangguan Pernapasan

Kabut asap kembali menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada Selasa (18/8/2026) pagi. Kondisi ini diperparah oleh kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di tengah musim kemarau.

Sejak pukul 06.30 WIB, jarak pandang pengendara di sejumlah ruas jalan protokol, seperti Jalan Yos Sudarso, mulai terganggu. Kabut asap yang pekat membuat aktivitas warga terhambat.

Seorang warga, Yulin, mengaku kesulitan bernapas jika tidak menggunakan masker. "Sulit bernapas kalau tidak pakai masker," ujarnya. Hal senada disampaikan Safa Alzahara, yang merasakan sesak saat bernapas tanpa masker. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangkaraya, luas hutan dan lahan yang terbakar mencapai 241,65 hektare. Kebakaran tersebar di empat kecamatan dengan total 265 kejadian.

Upaya pemadaman terus dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Kota Palangkaraya, dibantu Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) Dinas Kehutanan serta BPBD Provinsi Kalimantan Tengah.

Warga berharap penanganan karhutla dapat dilakukan secara maksimal agar kabut asap tidak semakin pekat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.