Atraksi Drone Warnai Malam HUT RI di Bundaran HI, Doa untuk NTT Mengemuka

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 02:00 WIB
Atraksi Drone Warnai Malam HUT RI di Bundaran HI, Doa untuk NTT Mengemuka

Langit di atas Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, berubah menjadi panggung visual pada malam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8). Ratusan titik cahaya dari drone bergerak perlahan, membentuk berbagai gambar dan tulisan yang memukau warga yang hadir.

Di tengah kemeriahan, atraksi drone juga menampilkan pesan simpati untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Formasi yang ditampilkan berupa tulisan "Pray for NTT" disertai gambar tangan menengadah, seolah mengajak semua yang hadir untuk mendoakan para korban.

Sebelumnya, drone telah membentuk berbagai visual bertema kemerdekaan, seperti angka 81 yang menandai usia Indonesia, tulisan "Dirgahayu Republik Indonesia", serta sosok Presiden dan Wakil Presiden pertama RI, Soekarno dan Mohammad Hatta, yang sedang membacakan teks proklamasi.

Setelah menampilkan formasi yang menggambarkan semangat kemerdekaan, titik-titik cahaya kembali bergerak membentuk bendera Merah Putih. Warna merah dan putih memenuhi langit, sementara warga di bawahnya terus menyaksikan dengan kagum sambil mengabadikan momen melalui ponsel mereka.

Fita, seorang pengunjung asal Sukabumi, mengaku terkesan dengan pertunjukan tersebut. "Lumayan seru sih, bagus banget," katanya. Ia datang bersama temannya, Dania, khusus untuk menikmati perayaan di pusat Ibu Kota. "Bagus banget terus kayak menghayati banget gitu," ujar Fita menambahkan. Ia bahkan menilai pertunjukan itu dipersiapkan dengan sangat serius. "Niat banget sih ini, niat," tuturnya.

Bagi Fita dan Dania, perjalanan jauh dari Sukabumi ke Jakarta bukan sekadar untuk melihat pertunjukan. Mereka menjadi bagian dari ribuan orang yang menyaksikan langit Bundaran HI berubah menjadi panggung perayaan kemerdekaan yang spektakuler.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.