Megawati Pilih Upacara HUT RI di Sekolah Partai, Ini Alasannya

- Selasa, 18 Agustus 2026 | 01:26 WIB
Megawati Pilih Upacara HUT RI di Sekolah Partai, Ini Alasannya

Presiden ke-5 RI Megawati Sukarnoputri tidak menghadiri upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (17/8/2026). Ia justru mengikuti upacara di lapangan Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan alasan di balik keputusan Megawati tersebut. Menurut Hasto, Megawati ingin menyampaikan pesan tentang keadilan sejarah dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Yang pertama, itu bahwa ya Ibu Mega dari amanat beliau kan untuk menggambarkan bagaimana keadilan di dalam sejarah itu juga harus diwujudkan. Satu bangsa yang diwarnai oleh berbagai manipulasi historis atas masa lalunya, baik yang baik ataupun yang buruk untuk pembelajaran generasi yang akan datang, itu akan kehilangan jati dirinya,” kata Hasto, Senin (17/8/2026).

Hasto menuturkan, Megawati ingin mengingatkan kembali rangkaian sejarah perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukanlah hadiah dari negara lain.

“Karena kita bisa merdeka bukan karena pemberian Jepang. Kita bisa menghadapi tentara sekutu pemenang Perang Dunia Kedua karena semangat yang berkobar-kobar. Itulah yang kemudian dirasakan hilang karena sejarah yang diputarbalikkan,” ujarnya.

Hasto kemudian menjelaskan pilihan Megawati untuk menggelar upacara di Sekolah Partai PDI Perjuangan. “Jadi Ibu punya suatu misi khusus untuk mengadakan upacara di Kantor DPP PDI Perjuangan,” ungkap dia.

Dalam upacara tersebut, Megawati juga mengajak masyarakat untuk mengambil pelajaran dari negara-negara lain, terutama di bidang-bidang yang telah mereka kuasai. Hasto mengatakan pesan Megawati dalam peringatan kemerdekaan ini juga disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus PDI Perjuangan di Indonesia.

“Sehingga acara hari ini disiarkan kepada seluruh pengurus partai di seluruh Indonesia agar proklamasi itu membangkitkan suatu kesadaran kita bahwa Indonesia seharusnya menjadi contoh di dalam perjuangan agar rakyat Indonesia bisa merdeka, bisa berdaulat, bisa bebas berbicara, berserikat, diperlakukan setara, hukum harusnya berkeadilan,” ucapnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.