Hertha BSC meraih kemenangan meyakinkan 4-1 atas Heidenheim dalam lanjutan pekan kedua Liga 2 Jerman di Olympiastadion, Sabtu (15/8/2026). Dalam laga yang berlangsung di tengah suhu udara mencapai 35 derajat Celsius, Marten Winkler tampil gemilang dengan mencetak satu gol dan dua assist.
Gol pembuka tuan rumah lahir cepat. Baru 89 detik laga berjalan, Sebastian Gronning menyundul bola memanfaatkan umpan bebas dari Winkler. Ini merupakan gol kedua beruntun bagi penyerang asal Denmark tersebut setelah sebelumnya juga mencetak gol pada laga pembuka melawan Bochum.
Winkler menggandakan keunggulan pada menit ke-26 lewat sepakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Tembakannya yang melaju dengan kecepatan 118 kilometer per jam tak mampu dihalau kiper Feller. Sebelum melepaskan tembakan, Winkler sempat mengontrol bola dari Beck dan melewati Schoppner.
Sembilan menit kemudian, giliran Deyovaisio Zeefuik yang mencetak gol ketiga setelah memanfaatkan umpan terobosan dari Winkler. Memasuki babak kedua, Heidenheim memperkecil ketertinggalan melalui sundulan Jan Schoppner pada menit ke-49 yang memanfaatkan kesalahan antisipasi penjaga gawang Gersbeck.
Di hadapan 41.459 penonton, pertandingan berlangsung sengit. Zeefuik harus menerima kartu merah pada menit ke-88 akibat pelanggaran terhadap Maximilian Breunig. Meski bermain dengan sepuluh pemain, Hertha tetap mampu mengunci kemenangan menjadi 4-1 melalui gol pemain pinjaman Adewumi lewat skema serangan balik.
Kendala Persiapan Tim
Sebelum pertandingan, pelatih Hertha BSC Stefan Leitl sempat menyoroti kendala persiapan timnya yang tidak bisa berlatih di lapangan utama Olympiastadion sebelum laga perdana kandang. "Akan sangat menyenangkan jika kami diberi kesempatan untuk berlatih di dalam stadion. Sayangnya hal itu ditolak. Tampaknya sulit menemukan waktu bagi Hertha untuk berlatih di sana, dan ini bukan hal baru," kata Leitl.
Pernyataan tersebut direspons oleh pihak pengelola lapangan. Direktur Olympiastadion, Timo Rohwedder, menilai permintaan sesi latihan dari manajemen tim datang secara mendadak saat proses perawatan rumput sedang berjalan. "Kami tidak memahami kekecewaan yang disampaikan pelatih. Pengajuan dari Hertha BSC datang sangat mendadak, dan petugas perawat rumput kami sayangnya terlambat dilibatkan dalam pertimbangan tersebut. Pada hari Senin, lapangan masih dalam tahap persiapan musim penuh dengan jadwal aerifikasi, pemadatan, serta pembuatan garis lapangan. Menawarkan sesi latihan kepada Hertha adalah hal yang wajar bagi kami, dan kami langsung mengusulkan dua hari alternatif yang ternyata tidak masuk dalam jadwal latihan mereka," ujar Rohwedder.
Rohwedder menambahkan bahwa manajemen klub telah menyadari keterlambatan pengajuan jadwal tersebut dan berencana memperbaikinya untuk musim depan. "Hertha juga telah mengakui kepada kami secara internal bahwa mereka terlalu lambat dalam perencanaan. Menurut kami, tindakan pelatih yang mengeluhkan keterbatasan fasilitas di media adalah hal yang tidak perlu," kata Rohwedder. "Untuk tahun depan, kami sudah berdiskusi dengan manajemen tim agar segala perencanaan dapat ditetapkan lebih awal," ujarnya.
Kemenangan atas klub degradasi Bundesliga tersebut mengantarkan Hertha BSC mengumpulkan enam poin penuh dari dua pertandingan awal musim.