Kantor Imigrasi Ngurah Rai mendeportasi BR, pria berkewarganegaraan Lithuania yang diduga kuat sebagai pemilik akun media sosial @the.bali.dream. BR yang lahir di Israel itu kedapatan menjalankan bisnis sebagai pemilik dan pembuat konten berbayar serta terlibat dalam pemasaran digital "The Bali Dream".
Penindakan ini berawal dari penelusuran atas informasi yang beredar masif di media sosial Instagram melalui akun @aelexav. Unggahan tersebut menyebutkan adanya indikasi keterlibatan dua mantan anggota militer Israel dalam pengelolaan agen perjalanan di Bali.
Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Ngurah Rai kemudian melakukan verifikasi dan pemeriksaan data keimigrasian. Melalui sistem pengenalan wajah (Face Recognition Identification System), dua sosok yang diunggah di media sosial itu teridentifikasi berinisial SG (30) dan AC (28). Keduanya merupakan pemegang paspor Jerman kelahiran Israel.
"Kami menindaklanjuti informasi yang beredar dengan melakukan verifikasi dan pendalaman berdasarkan data keimigrasian yang kami miliki. Setiap informasi terkait aktivitas orang asing yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap keamanan dan ketertiban akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujar Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Muhamad Novyandri, Jumat (14/8/2026).
Dari hasil penelusuran perlintasan, SG dan AC tercatat telah meninggalkan Indonesia pada 11 Agustus 2025.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan terhadap agen perjalanan "The Bali Dream" yang menawarkan jasa perencanaan perjalanan, bulan madu, serta pengurusan visa bagi pemegang paspor Israel. Penyelidikan mendapati bahwa situs web thebalidream.com dan nomor WhatsApp bisnis tersebut dikaitkan dengan BR. Berdasarkan data keimigrasian, BR masuk ke Indonesia pada 7 Mei 2026 menggunakan Visa Kunjungan Bisnis.
Hasil pendalaman juga menunjukkan BR menyalahgunakan izin tinggalnya untuk bekerja sebagai content creator berbayar dan melakukan pemasaran digital. Atas pelanggaran tersebut, BR dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian. Ia juga dicekal selama lima tahun terhitung sejak 13 Agustus 2026 dan dapat diperpanjang. BR dipulangkan menggunakan penerbangan TG32 rute Denpasar–Bangkok, kemudian melanjutkan perjalanan ke Frankfurt dan Vilnius.
Hingga proses penelusuran rampung, pihak Imigrasi belum menemukan adanya kantor atau tempat usaha fisik "The Bali Dream" di wilayah Indonesia.
Imigrasi Ngurah Rai berkomitmen memperkuat fungsi pengawasan terhadap aktivitas warga negara asing demi menjaga ketertiban umum di Bali. Menanggapi kasus ini, Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menegaskan pihaknya mendukung pariwisata Indonesia yang kondusif dan terbebas dari WNA yang merugikan.
"Kami ingin memastikan Bali tetap menjadi destinasi wisata yang aman, nyaman, dan kondusif. Orang asing yang datang ke Indonesia tentu kami sambut dengan baik, tetapi setiap orang asing juga wajib menghormati hukum dan ketentuan yang berlaku. Kebijakan Imigrasi, termasuk di dalamnya pengawasan dan penindakan keimigrasian, berorientasi kepada kepentingan bangsa dan menjadi instrumen kami mewujudkan Imigrasi untuk Rakyat," tutup Dirjen Imigrasi.
Artikel Terkait
Dua WNA Overstay di Bali Diserahkan ke Rudenim Denpasar
WNA AS Dideportasi Imigrasi Sukabumi Usai Membuat Onar di Perumahan
Imigrasi Blora Deportasi Empat WN China karena Salahgunakan Visa Prainvestasi
Kontroversi Deportasi Warga Palestina: Antara Teroris dan Ulama