Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bocor: Tanpa Semifinal, Hanya Juara Grup ke Final

- Rabu, 29 Juli 2026 | 09:40 WIB
Format FIFA ASEAN Cup 2026 Bocor: Tanpa Semifinal, Hanya Juara Grup ke Final

Format FIFA ASEAN Cup 2026 mulai terkuak ke publik. Turnamen anyar garapan FIFA itu disebut tidak akan menggunakan babak semifinal, sehingga persaingan sejak fase grup dipastikan lebih ketat. Informasi ini pertama kali beredar melalui unggahan akun Instagram @futboll.indonesia.

Dalam bocoran regulasi, FIFA menyiapkan skema kompetisi yang diawali dengan 14 peserta. Namun, jumlah kontestan masih berpeluang bertambah menjadi 16 tim sesuai kebutuhan penyelenggaraan. Jika menggunakan format 14 peserta, seluruh tim akan dibagi ke dalam dua divisi: Division 1 dan Division 2. Sistem ini dirancang agar setiap peserta menghadapi lawan dengan level kompetitif yang seimbang.

Pada Division 1, delapan tim akan dibagi ke dalam dua grup. Setiap tim menjalani tiga pertandingan fase grup, lalu hanya juara masing-masing grup yang berhak melaju ke Final Division 1. Sementara itu, Division 2 diisi enam tim yang terbagi menjadi dua grup. Karena setiap grup hanya dihuni tiga peserta, setiap tim hanya memainkan dua pertandingan. Juara Grup A dan Juara Grup B kemudian bertemu pada Final Division 2.

Tanpa Semifinal, Setiap Laga Fase Grup Jadi Penentu

Berbeda dengan format turnamen sepak bola pada umumnya, FIFA ASEAN Cup 2026 tidak menghadirkan babak semifinal. Konsekuensinya, hanya tim yang finis sebagai juara grup yang bisa melaju ke partai puncak. Penentuan peserta Division 1 sepenuhnya menjadi kewenangan FIFA. Sebagai contoh, jika Pakistan ditempatkan di Division 1 dan bermain di Jakarta, tim tersebut belum tentu berada satu grup dengan Timnas Indonesia karena pembagian grup tetap dilakukan melalui undian sesuai regulasi.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026. Dia menyebut pengumuman resmi dari FIFA diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat. Erick mengungkapkan Presiden Prabowo telah mengirimkan surat dukungan kepada Presiden FIFA terkait penyelenggaraan turnamen ini. Berdasarkan rencana yang beredar, turnamen dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada 23 September hingga 3 Oktober 2026.

“Alhamdulillah Bapak Presiden, saya mengucapkan terima kasih, sudah mengeluarkan dukungan pemerintah yang sudah dikirimkan kepada Presiden FIFA. Dan kami sekarang sedang menunggu seperti apa kerja sama dari FIFA dengan kita sebagai tuan rumah,” kata Erick di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Erick juga menyampaikan Indonesia akan menjadi tuan rumah bersama Hong Kong. Meski demikian, PSSI masih menunggu keputusan resmi FIFA terkait pembagian wilayah pertandingan dan komposisi peserta yang akan tampil. “Mudah-mudahan kalau 1–2 minggu ada pengumuman dari FIFA langsung, ya kami sangat senang. Berarti di September–Oktober ini akan menjadi kegiatan besar, kembali sepak bola lagi,” katanya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags