Cecchinello Usul Bursa Transfer Pembalap MotoGP Hanya Dua Kali Setahun, Adopsi Sistem Sepak Bola

- Jumat, 19 Juni 2026 | 04:00 WIB
Cecchinello Usul Bursa Transfer Pembalap MotoGP Hanya Dua Kali Setahun, Adopsi Sistem Sepak Bola

Pemilik tim LCR Honda, Lucio Cecchinello, mengusulkan pembatasan periode bursa transfer pembalap MotoGP menjadi hanya dua jendela dalam setahun. Gagasan ini mengadopsi sistem yang lazim diterapkan di dunia sepak bola, di mana perpindahan pemain hanya terjadi pada jendela transfer musim dingin dan musim panas.

Dalam dunia balap motor, perpindahan pembalap antar tim memang bukan hal yang asing. Namun, pengumuman kepindahan yang dilakukan terlalu dini kerap menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan bagi tim yang ditinggalkan. Cecchinello, yang juga menjabat sebagai Presiden IRTA, menilai situasi ini sering membuat tim berada dalam posisi yang tidak nyaman.

“Ketika seorang pembalap sudah diumumkan akan pindah sejak jauh-jauh hari, tim tidak bisa lagi memanfaatkannya untuk kegiatan promosi,” ujar Cecchinello.

Oleh karena itu, ia mengusulkan agar periode pengumuman kontrak atau kepindahan pembalap dibatasi secara ketat. Dengan sistem dua jendela, tim akan memiliki kepastian dan tidak perlu lagi mempromosikan pembalap yang akan segera hengkang ke tim rival.

“Kami sedang mempertimbangkan regulasi yang memungkinkan tim dan pembalap hanya boleh menandatangani kontrak dalam jangka waktu khusus, contohnya dari Juni ke September atau Juli ke Oktober,” papar Cecchinello dalam pernyataannya, Jumat (19/6/2026).

“Tujuannya adalah menghindari situasi di mana pembalap sudah menandatangani kontrak lebih dulu. Pabrikan membayar gaji pembalap jutaan euro dan menggunakan mereka untuk materi promosi. Mereka ingin memaksimalkan investasi itu tanpa harus khawatir mempromosikan pembalap yang akan pindah,” imbuhnya.

Di sisi lain, isu lain yang turut menjadi perbincangan adalah wacana penghapusan motor cadangan bagi setiap pembalap. Kebijakan ini menuai banyak penolakan karena dinilai akan merugikan para pebalap.

Memang, hanya membawa satu motor untuk satu pembalap sepanjang akhir pekan balap dapat memangkas biaya operasional tim. Namun, bagi pembalap, situasi ini justru berpotensi merugikan. Jika mengalami kecelakaan dan motornya rusak parah, pembalap tidak dapat mengikuti sesi berikutnya karena mekanik membutuhkan waktu untuk memperbaiki motor hingga laik jalan.

Kedua isu ini masih akan terus dibahas dan perkembangannya patut dinanti. Yang jelas, MotoGP 2027 akan semakin menarik dengan hadirnya sejumlah regulasi baru, termasuk pengurangan kapasitas mesin.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar