Jorge Martin Kembali Kecewa Gagal ke Tim Pabrikan Ducati, Sebut Kontrak Tak Berarti di MotoGP

- Jumat, 19 Juni 2026 | 00:55 WIB
Jorge Martin Kembali Kecewa Gagal ke Tim Pabrikan Ducati, Sebut Kontrak Tak Berarti di MotoGP

Jorge Martin kembali mengungkapkan kekecewaannya setelah dua kali gagal bergabung dengan tim pabrikan Ducati Lenovo, pada 2023 dan 2025. Pembalap asal Spanyol itu menegaskan bahwa kontrak tidak memiliki arti apa pun di dunia balap.

Martin memulai karier di MotoGP pada 2021 dan langsung ditempatkan di Pramac Racing, tim satelit Ducati Corse. Ia berhasil membayar kepercayaan tersebut dengan meraih kemenangan perdana di MotoGP Styria 2021. Setahun berselang, Ducati memberikan penghargaan berupa kontrak promosi ke tim pabrikan untuk musim 2023. Namun, rencana itu kandas setelah Enea Bastianini justru dipilih menggantikannya.

“Pada 2022, saya sudah menandatangani kontrak untuk 2023 menjadi pembalap tim pabrikan. Tapi, di titik tertentu, mereka berkata, ‘Kami tidak menginginkanmu, kamu tidak akan ke sana, kami akan merekrut pembalap lain,’” ungkap Martin dalam wawancara, Jumat (19/6/2026).

Meski gagal, Martin mengaku tidak terlalu kecewa. Ia justru mendapatkan dukungan setara dengan pembalap tim pabrikan, termasuk motor Ducati Desmosedici GP terbaik. “Lalu, kami menandatangani kontrak lain dan saya menerima syaratnya karena bahagia dengan tim Pramac. Saya memiliki motor spek pabrikan, jadi, mempertimbangkan semua hal, tidak ada yang berbeda,” katanya.

Kekecewaan kembali menghampiri Martin pada penghujung MotoGP 2023. Saat itu, ia disebut akan naik ke tim pabrikan pada 2024 jika berhasil menjadi juara dunia. Sayangnya, Martin kalah dari Francesco Bagnaia dalam perebutan gelar. “Tahun berikutnya, saya bertarung untuk gelar juara. Di balapan-balapan terakhir, saya sangat dekat dengan gelar, mereka menginginkan saya lagi di tim pabrikan, tetapi mereka sudah punya kontrak dengan pembalap lain,” paparnya.

Martin pun melontarkan kritik tajam terhadap praktik kontrak di dunia balap. “Kontrak tidak berarti apa-apa bagi pabrikan-pabrikan besar. Mereka memainkan game dengan para pembalap seperti kami ini,” tutupnya.

Pada 2024, Martin kembali ditolak tim pabrikan Ducati yang lebih memilih Marc Marquez. Akhirnya, ia memutuskan menerima kontrak dari Aprilia Racing untuk dua musim ke depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar