Pasukan Israel mencegat armada kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang mengangkut bantuan menuju Gaza, setelah berlayar dari Turki pekan lalu. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menuding misi tersebut sebagai “skema jahat” yang bertujuan untuk mendukung Hamas.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan kantornya pada Senin (18/5/2026), Netanyahu menyebut upaya pengiriman bantuan melalui laut itu sebagai “rencana jahat”. Ia menyampaikan apresiasi kepada komandan pasukan pencegat atas keberhasilan mereka menggagalkan aksi yang dinilainya dirancang untuk melanggar blokade terhadap Hamas di Gaza.
“Saya percaya Anda melakukan pekerjaan yang luar biasa… menggagalkan rencana jahat yang dirancang untuk melanggar blokade yang telah kami terapkan pada teroris Hamas di Gaza,” ujar Netanyahu.
“Anda melaksanakannya dengan sukses luar biasa… dan tentu saja dengan jauh lebih sedikit gembar-gembor daripada yang diantisipasi musuh kita,” sambungnya.
Kementerian Luar Negeri Israel juga mengecam konvoi tersebut sebagai tindakan provokatif dan berkomitmen untuk mencegahnya mencapai Gaza. Dalam pernyataan di platform X, kementerian itu menyebut dua kelompok asal Turki, yakni Mavi Marmara dan IHH, sebagai bagian dari provokasi. IHH disebut telah ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Israel.
Sementara itu, Global Sumud Flotilla merupakan bagian dari rangkaian upaya aktivis untuk menerobos blokade Israel terhadap wilayah Palestina. Pada bulan lalu, konvoi serupa juga dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional.
“Global Sumud Flotilla sedang diserang!” tulis kelompok itu di akun resmi mereka. “Pendudukan Israel sekali lagi secara ilegal dan dengan kekerasan mencegat armada internasional kapal kemanusiaan kami dan menculik para sukarelawan kami,” tambah pernyataan tersebut.
Data dari situs pelacak lokasi menunjukkan bahwa beberapa kapal dalam armada itu dicegat di sebelah barat Siprus. Kelompok aktivis mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum maritim internasional.
“Kami marah atas normalisasi pelanggaran hukum maritim internasional ini dan penculikan warga sipil yang damai di perairan internasional,” demikian bunyi pernyataan mereka, seraya menuntut pembebasan segera para aktivis dan diakhirinya blokade Gaza.
Artikel Terkait
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026
The Super Mario Galaxy Movie Tembus Satu Miliar Dolar AS di Box Office Global
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh