Veda Ega Pratama Kokoh di Puncak Klasemen Rookie Moto3 Usai Comeback ke Posisi Delapan di Catalunya

- Senin, 18 Mei 2026 | 12:01 WIB
Veda Ega Pratama Kokoh di Puncak Klasemen Rookie Moto3 Usai Comeback ke Posisi Delapan di Catalunya

Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali membuktikan dominasinya di kelas Moto3 musim ini setelah finis di posisi kedelapan pada seri Catalunya, Minggu (17/5/2026), sekaligus memperkokoh statusnya sebagai pemimpin klasemen rookie atau pendatang baru terbaik.

Memulai balapan dari posisi ke-20, Veda tampil impresif dengan melakukan comeback sensasional. Tambahan delapan poin dari hasil tersebut membuat pembalap berusia 17 tahun itu kini mengoleksi 58 poin, unggul 16 angka dari rival terdekatnya, Brian Uriarte, yang berada di posisi kedua dengan 42 poin.

Sejak lampu start padam, Veda langsung menunjukkan agresivitasnya. Ia berhasil menyalip banyak pembalap hanya dalam beberapa tikungan awal. Kepercayaan dirinya semakin terlihat saat ia mampu menempel rombongan depan dan masuk ke dalam jajaran 10 besar pada lap kedelapan.

Pada momen tersebut, Veda sempat terlibat duel sengit melawan rookie sensasional lainnya, Maximo Quiles dari CFMoto Aspar Team. Persaingan keduanya berlangsung ketat sebelum Quiles perlahan menjauh dan menciptakan jarak sekitar 0,7 detik dalam tiga lap berikutnya.

Meski sempat kehilangan ritme dan turun ke posisi ke-11 setelah dilewati Marco Morelli serta Casey O’Gorman, Veda tidak menyerah. Pada dua lap terakhir, performanya kembali meningkat dan ia berhasil mengunci finis di posisi kedelapan sebuah hasil yang sangat penting dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.

Sementara itu, dua rival utama Veda dalam klasemen rookie justru gagal memanfaatkan kesempatan di GP Catalunya. Brian Uriarte nyaris menciptakan kejutan setelah memimpin balapan saat memasuki trek lurus panjang di lap terakhir. Namun, persaingan ketat membuatnya harus puas finis di posisi keempat.

Di sisi lain, Hakim Danish sempat tampil menjanjikan dengan berada di posisi ketiga menjelang akhir lomba. Sayangnya, pembalap AEON Credit MT Helmets MSI itu melakukan kesalahan di Tikungan 10 setelah melebar keluar dari racing line. Kesalahan tersebut membuatnya kehilangan banyak posisi dan akhirnya finis di urutan ketujuh, hanya terpaut 0,3 detik lebih cepat dari Veda.

Hasil tersebut membuat keunggulan Veda di klasemen rookie semakin sulit dikejar. Tak hanya itu, Veda juga masih memegang status spesial sebagai satu-satunya rookie yang berhasil meraih podium musim ini. Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi pembalap binaan Astra Honda itu di tengah ketatnya persaingan Moto3 yang dikenal sangat kompetitif.

Konsistensi menjadi senjata utama Veda musim ini. Meski belum selalu start dari posisi ideal, kemampuannya menjaga ritme dan melakukan recovery saat balapan menjadi kekuatan utama. Moto3 dikenal sebagai kelas dengan persaingan paling rapat, di mana selisih sepersekian detik saja bisa membuat posisi berubah drastis. Dalam situasi seperti itu, konsistensi finis di zona poin menjadi faktor penting.

Veda sejauh ini mampu menunjukkan kematangan balapan yang jarang dimiliki rookie berusia 17 tahun. Ia tidak hanya cepat dalam satu lap, tetapi juga cukup tenang dalam mengelola duel dan tekanan sepanjang lomba. Jika mampu mempertahankan tren positif ini, peluang Veda mengamankan gelar rookie terbaik Moto3 2026 semakin terbuka lebar. Bahkan, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia itu mulai masuk dalam perhitungan perebutan podium reguler pada paruh kedua musim nanti.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar