Indonesia menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk tidak menyurutkan langkah bersama dalam menghadapi ancaman nyata krisis iklim, khususnya melalui upaya penyelamatan hutan di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks. Seruan ini disampaikan Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang menekankan bahwa para rimbawan di seluruh dunia harus tetap teguh dan fokus pada misi utama melindungi paru-paru dunia. Menurutnya, tantangan lingkungan yang semakin berat memerlukan pendekatan global yang lebih solid.
“Melindungi hutan dunia di tengah lanskap geopolitik yang kompleks saat ini memerlukan pembaruan semangat multilateralisme. Kita membutuhkan solidaritas yang semakin kuat serta aksi kolektif yang nyata untuk memastikan keberlangsungan hutan bagi generasi mendatang,” ujar Raja Juli saat mewakili Indonesia dalam Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Jumat (15/5/2026).
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak komunitas internasional untuk melihat hutan melampaui batas-batas administratif maupun politik. Pesan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh negara anggota PBB bahwa, di tengah segala perbedaan yang ada, komitmen terhadap kelestarian alam dan perlindungan keanekaragaman hayati harus tetap menjadi prioritas bersama demi masa depan bumi yang lebih hijau dan inklusif.
“Kerja sama internasional yang diperkuat dan kemitraan multipihak adalah satu-satunya jalan untuk memobilisasi dukungan serta investasi yang lebih besar bagi pengelolaan hutan berkelanjutan di seluruh dunia,” tegasnya.
Sebelumnya, Raja Juli membeberkan strategi Indonesia dalam upaya menjaga hutan dan iklim. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan hutan lestari atau Sustainable Forest Management merupakan pilar integral bagi agenda nasional Indonesia. Komitmen tersebut mencakup aksi mitigasi iklim, konservasi keanekaragaman hayati, hingga penguatan ketahanan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
“Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat tata kelola hutan sebagai bagian tak terpisahkan dari aksi iklim global. Hutan bukan sekadar sumber daya, melainkan fondasi bagi keberlanjutan masa depan generasi kita dan ketahanan ekonomi bangsa,” ucap Raja Juli.
Ia menambahkan, partisipasi dalam UNFF21 menjadi momentum krusial untuk menunjukkan capaian nyata Indonesia dalam mempertahankan tutupan hutan nasional serta mempromosikan tata kelola hutan yang inklusif dan akuntabel kepada komunitas internasional.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan