Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus pada tahun 2026 mendorong ribuan wisatawan memadati Kepulauan Seribu, menjadikannya salah satu destinasi favorit yang mudah dijangkau dari daratan Jakarta. Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kabupaten Kepulauan Seribu, Sonti Pangaribuan, melaporkan bahwa sebanyak 6.252 wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, tercatat mengunjungi kawasan wisata tersebut melalui sejumlah pintu keberangkatan utama.
Data dari Sudin Parekraf Kepulauan Seribu menunjukkan bahwa para wisatawan berangkat melalui tiga dermaga utama. Dermaga Muara Angke menjadi titik keberangkatan dengan jumlah penumpang terbanyak, mencapai 3.712 orang. Sementara itu, Dermaga Baywalk melayani 1.594 penumpang, dan Dermaga Tanjung Pasir mencatatkan 946 penumpang.
Menurut Sonti, momentum libur panjang ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati destinasi wisata yang dekat dan praktis. Ia menekankan bahwa jarak tempuh yang singkat dari daratan Jakarta membuat Kepulauan Seribu tetap menjadi pilihan utama bagi wisatawan yang ingin berlibur tanpa harus bepergian jauh. “Kunjungan ini akan terus bertambah hingga akhir pekan nanti,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa angka kunjungan diperkirakan masih akan meningkat seiring masih berlangsungnya masa libur panjang.
Lebih lanjut, Sonti menjelaskan bahwa daya tarik Kepulauan Seribu tidak hanya terletak pada aksesnya yang mudah. Wilayah tersebut juga menawarkan keindahan pantai, kehidupan bawah laut yang memukau, beragam flora dan fauna, serta kuliner khas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan nusantara dan mancanegara. “Selain dari sisi keindahan, akses menuju ke wilayah Kepulauan Seribu juga sudah mudah dijangkau,” ungkapnya.
Artikel Terkait
OJK: Program Penjaminan Polis Jadi Fondasi Baru Perlindungan Pemegang Polis
Joey Pelupessy Akui Duet dengan Ivar Jenner di Lini Tengah Timnas Indonesia Mulai Tumbuh
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan