Iran telah menyerahkan tanggapan resmi terhadap proposal terbaru Amerika Serikat yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Dokumen tersebut disampaikan melalui mediator Pakistan pada Minggu, 10 Mei 2026, menandai babak baru dalam upaya diplomasi yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.
Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, mengonfirmasi bahwa respons Republik Islam Iran telah diberikan kepada pihak Pakistan yang bertindak sebagai perantara dalam perundingan tersebut. “Respons Republik Islam Iran terhadap proposal terbaru AS untuk mengakhiri perang telah dikirim kepada mediator Pakistan hari ini,” demikian pernyataan yang dikutip dari laporan IRNA oleh Anadolu.
Meski demikian, IRNA tidak mengungkapkan isi detail dari tanggapan yang disampaikan Teheran. Tahap negosiasi saat ini, menurut laporan tersebut, akan difokuskan pada upaya mencapai penghentian permusuhan secara menyeluruh di kawasan yang telah dilanda ketegangan selama berbulan-bulan.
Ketegangan regional mencapai puncaknya setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Operasi militer itu memicu aksi balasan dari Teheran yang menargetkan Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk. Salah satu langkah paling signifikan adalah penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.
Gencatan senjata akhirnya mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang digelar di Islamabad belum mampu menghasilkan kesepakatan permanen yang dapat mengakhiri siklus konflik secara tuntas. Dalam perkembangan selanjutnya, Presiden AS Donald Trump mengambil keputusan untuk memperpanjang masa gencatan senjata tanpa batas waktu tertentu.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya membuka ruang diplomasi yang lebih lebar bagi kedua belah pihak untuk merumuskan penyelesaian konflik secara permanen. Meskipun belum ada kepastian kapan perundingan lanjutan akan digelar, pengamat menilai bahwa respons terbaru Iran terhadap proposal AS menjadi sinyal penting bagi arah negosiasi ke depan.
Artikel Terkait
Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Helikopter Apache AS di Selat Hormuz, Dua Pilot Selamat
TNI Bantah Sekolah di Ende Digusur untuk Bangun Koperasi, Beberkan Kronologi Kerusakan Bangunan
DPR Sahkan UU Polri, Penyandang Disabilitas Kini Bisa Daftar Jadi Anggota Polisi
175 Produk Digital Selesaikan Penilaian Mandiri Kepatuhan terhadap PP Perlindungan Anak