Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Agam, Targetkan Blank Spot Sumbar Tuntas 2029

- Minggu, 10 Mei 2026 | 18:15 WIB
Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Agam, Targetkan Blank Spot Sumbar Tuntas 2029

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meresmikan pengoperasian menara pemancar atau base transceiver station (BTS) milik Telkomsel di Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Langkah ini ia tegaskan sebagai wujud komitmen untuk memastikan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di provinsi tersebut.

Peresmian yang berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026, itu dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain Anggota DPRD Agam Novi Irwan, Camat Malalak Ulya Satar, para wali nagari, niniak mamak, tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen Telkomsel. Hadir pula Surya Firdaus selaku Manager Network Operation Bukittinggi, Galuh Ranggakusuma selaku Manager Mobile Consumer Branch Bukittinggi, Hafiz Alsatori selaku Supervisor Territory Mobile Business Bukittinggi, dan Baihaqi Firmansyah selaku Engineer Network Operation Bukittinggi.

Dalam sambutannya, Andre menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur telekomunikasi merupakan bentuk tanggung jawab seorang wakil rakyat kepada masyarakat yang telah memberikan amanah. Ia menepis anggapan bahwa upaya tersebut dikaitkan dengan ambisi politik tertentu.

“Jadi ini kami pertegas kembali, kami sebagai anggota DPR membantu Kabupaten Agam itu bukan karena ingin nyalon gubernur. Karena tugas kami memang dipilih masyarakat. Kalau sudah dipilih tentu harus mengabdi. Sudah terpilih tentu harus melayani. Sudah terpilih tentu harus mengeksekusi,” ujar Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.

Andre menyebutkan bahwa aspirasi pembangunan BTS di berbagai daerah di Sumatera Barat terus diperjuangkan bersama kepala daerah dan wali nagari. Menurutnya, banyak wilayah yang sebelumnya belum menjadi prioritas pembangunan akhirnya bisa direalisasikan setelah didorong secara langsung kepada pihak Telkomsel.

“Kadang daerah ini dianggap belum prioritas karena keterbatasan anggaran. Nah tugas kami mendorong supaya yang belum prioritas itu bisa segera dibangun,” kata Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre menargetkan persoalan wilayah tanpa sinyal atau blank spot di Sumatera Barat dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2029. Untuk wilayah Sumbar 2, sejumlah titik yang kini menjadi prioritas di antaranya Galugua di Kecamatan Kapur IX serta Koto Tinggi Tambago PDRI di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Di sisi lain, Andre Rosiade mengapresiasi kerja keras Telkomsel yang terus membantu pengurangan blank spot di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat. “Alhamdulillah Telkomsel sudah bekerja keras membantu kita semua di Sumbar memastikan blank spot terus berkurang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Andre turut mengingatkan masyarakat agar menjaga aset BTS, terutama baterai dan kabel yang kerap menjadi sasaran pencurian. Ia meminta perangkat nagari dan masyarakat aktif mengawasi orang-orang yang datang mengaku sebagai petugas Telkomsel.

“Yang paling mahal itu baterai. Jadi tolong dijaga. Biasanya modus pencuri memakai atribut Telkomsel. Kalau ada yang datang, difoto KTP, orang dan motornya supaya mudah dilaporkan,” ujar Andre.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal menyebutkan bahwa saat ini masih terdapat sejumlah titik blank spot di Kabupaten Agam, di antaranya di Kecamatan Palembayan, Lubuk Basung, dan sebagian wilayah Malalak. “Kita tetap minta bantuan Pak Andre Rosiade untuk hal ini agar dipercepat Telkomsel,” kata mantan Wakil Ketua Komisi V DPR ini.

Manager Network Operation Bukittinggi Telkomsel, Surya Firdaus, mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Andre Rosiade terhadap percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi di Sumatera Barat. Ia berharap keberadaan BTS tersebut dapat dijaga bersama oleh masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Andre Rosiade atas dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan BTS di Sumatera Barat. Kami berharap BTS ini dijaga bersama oleh masyarakat, karena masih sering terjadi pencurian baterai di sejumlah lokasi,” katanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar