Persaingan gelar juara dunia MotoGP 2026 kembali memasuki babak baru. Ducati Lenovo sukses memangkas jarak dengan Aprilia setelah merebut kemenangan ganda pada Grand Prix Ceko di Brno, membuat peta kekuatan di puncak klasemen kembali merapat.
Aprilia mengawali musim dengan dominasi yang nyaris tak terbantahkan. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi sempat disebut-sebut sebagai dua kandidat utama perebutan gelar. Namun, situasi mulai berubah ketika rangkaian balapan bergulir di Eropa. Ducati menunjukkan peningkatan performa signifikan dan kini mencatat empat kemenangan dari enam seri terakhir.
Marc Marquez pun kembali muncul sebagai ancaman serius. Setelah sempat dianggap tersisih dari perburuan gelar, pembalap Ducati Lenovo itu meraih dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Republik Ceko.
Meski Aprilia masih memimpin klasemen, keunggulan mereka mulai tergerus. Bezzecchi bertahan di puncak, tetapi hanya unggul delapan poin dari Martin. Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez masing-masing tertinggal 23 dan 40 poin. Persaingan musim ini, dengan kata lain, masih sangat terbuka dan jauh dari dominasi satu tim.
Martin menegaskan bahwa tidak ada lagi tim yang benar-benar superior di lintasan saat ini. “Saya pikir pada momen itu kami bukan yang terbaik, dan sekarang juga bukan yang terburuk. Kami hanya mengalami dua balapan yang sulit,” ujarnya.
Dia juga menilai beberapa sirkuit berikutnya akan lebih cocok dengan karakter motor Aprilia. “Saya berharap bisa kembali ke level seperti sebelumnya. Saya sudah mengatakan sejak awal musim bahwa Ducati tidak jauh. Sekarang kedua motor terasa sangat seimbang dan persaingan benar-benar terbuka,” lanjut Martin.
Pembalap asal Spanyol itu meyakini musim ini akan menjadi pertarungan panjang hingga akhir. “Saya pikir ini akan menjadi kejuaraan yang bagus sampai akhir. Ini bagus untuk semua orang,” tambahnya.
Namun, akhir pekan di Brno menjadi salah satu yang terberat bagi Martin. Selain menjalani penalti long lap akibat insiden di Hungaria, dia kesulitan menemukan ritme sejak sesi latihan bebas. Martin harus melewati Q1 dan hanya mampu menempati posisi ke-10 di kualifikasi. Hasil itu membuatnya kesulitan bersaing di barisan depan sepanjang akhir pekan. Dia finis di posisi lima dan sembilan pada dua balapan, sementara Ducati mengamankan hasil kuat dengan finis 1-3.
Martin mengakui bahwa dirinya dan timnya sedang kehilangan arah akibat masalah pada bagian depan motor. “Saya tidak punya kepercayaan diri di bagian depan. Saya selalu merasa akan jatuh dan ada sesuatu yang belum kami pahami. Kami kehilangan arah,” ungkapnya.
Meski demikian, dia berharap seri berikutnya di Assen bisa menjadi titik balik. Karakter sirkuit yang lebih mengalir dinilai cocok dengan gaya balapnya dan motor Aprilia. “Kami harus memahami masalah ini lebih baik. Saya berharap Assen bisa membantu kami,” tutup Martin.
Artikel Terkait
Kanada Kalah 2-1 dari Swiss di Kandang, Tetapi Tetap Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Bosnia Hajar Qatar 3-1, Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Bosnia-Herzegovina Kalahkan Qatar 3-1: Langkah Bersejarah Menuju Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Haaland vs Mbappe: Duel Dua Superstar Perebutkan Puncak Grup I Piala Dunia 2026