Drama besar mewarnai langkah Veda Ega Pratama di Moto3 Ceko 2026. Sebuah penalti grid justru mengubah total jalannya balapan di Brno, namun sang rookie Indonesia tetap menunjukkan daya juang luar biasa.
Balapan Moto3 seri Ceko di Sirkuit Brno, Minggu (21/6/2026), menjadi panggung penuh tekanan bagi Veda Ega Pratama. Meskipun memulai akhir pekan dengan performa kualifikasi yang menjanjikan di posisi kedelapan, hukuman turun 12 grid memaksanya start dari urutan ke-20.
Situasi itu tidak membuat pembalap Honda Team Asia tersebut kehilangan ritme. Baru satu putaran berjalan, Veda langsung merangsek ke posisi 11 dan mulai membangun kembali momentumnya.
Seiring berjalannya lomba, rider 17 tahun asal Gunungkidul itu bahkan sempat menembus posisi enam besar. Ia menjadi pembalap Honda terbaik di tengah dominasi KTM yang menguasai grup depan.
Kelompok terdepan diisi nama-nama seperti Maximo Quiles, Alvaro Carpe, Brian Uriarte, hingga Hakim Danish. Dari belakang, Veda terus menekan meskipun harus berhadapan dengan David Almansa yang tampil agresif menjaga posisinya.
Namun, tantangan terbesar muncul di sektor 3 dan 4 Brno yang menanjak. Di bagian itu, performa motor Honda tidak mampu menjaga kecepatan, membuat posisi Veda beberapa kali tergeser hingga akhirnya ia mengamankan finis di urutan kelima setelah pertarungan ketat.
Hasil tersebut tetap bernilai penting. Veda membawa pulang 11 poin dan mempertahankan posisi kedua klasemen rookie dengan total 82 poin, tertinggal 10 angka dari Brian Uriarte yang masih memimpin dengan 92 poin.
Sementara itu, Hakim Danish yang tampil sebagai pemenang Moto3 Ceko belum beranjak dari posisi ketiga klasemen dengan 73 poin, membuntuti ketat dua rival terdepan.
Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, menyoroti kembali insiden yang membuat Veda kehilangan posisi start ideal. Ia menegaskan bahwa penalti tersebut berdampak besar pada hasil balapan.
“Veda punya performa yang sangat bagus dalam kualifikasi dan finis kedelapan pada Q2, yang menunjukkan potensi dan kemajuan yang dia buat selama akhir pekan ini,” ujar Aoyama.
Ia melanjutkan, “Tapi sayangnya dia menerima penalti lagi soal berkendara secara lambat. Ini adalah sesuatu yang harus kami perbaiki karena kesalahan ini memengaruhi hasil akhir dan membuat situasi sulit yang sebetulnya tidak diperlukan dalam balapan,” ucap mantan pembalap MotoGP itu.
Aoyama juga menyinggung bahwa ini bukan insiden pertama yang dialami Veda terkait pelanggaran serupa, setelah sebelumnya di Hungaria ia mendapat long lap penalty.
Artikel Terkait
Marquez Pangkas Jarak dengan Bezzecchi Usai Raih Kemenangan Beruntun di Hungaria dan Republik Ceko
Mesir Balikkan Keadaan, Hajar Selandia Baru 3-1 di Laga Kedua Grup G Piala Dunia 2026
Uruguay Terancam Gagal Lolos Usai Kembali Ditahan Imbang Tanjung Verde
Tanjung Verde Kejutkan Piala Dunia 2026, Tahan Imbang Uruguay dan Spanyol Secara Beruntun