Nah, soal klub favorit, sepertinya Sweeney punya selera yang beragam. Meski kedatangannya ke markas Sporting CP menunjukkan simpati yang jelas, dia pernah menyebut Inter Milan sebagai tim kesukaannya di Italia. Untuk Major League Soccer (MLS) di Amerika, dia mengaku belum punya pilihan khusus. Tapi, hubungan emosionalnya dengan Ronaldo yang memulai karier gemilangnya di Sporting seolah memberi petunjuk tersendiri.
Video aksinya di stadion itu pun viral dengan cepat. Netizen ramai membicarakan betapa terampilnya dia, setidaknya untuk ukuran seorang amatir. Gerakan dribble dan jugglingnya cukup rapi, menunjukkan ada waktu yang dihabiskan untuk bermain bola, bukan cuma sekadar akting.
Di sisi lain, momen ini juga memperlihatkan sesuatu yang lebih dalam. Bahwa sepak bola punya daya pikat universal, mampu menyentuh kalangan mana pun, termasuk selebriti papan atas. Antusiasme Sweeney di lapangan itu terasa autentik, tanpa rekayasa.
Pada akhirnya, kehadiran Sydney Sweeney di Jose Alvalade bukan cuma sekadar kunjungan biasa. Ini adalah pengingat bahwa pesona olahraga ini memang tak terbantahkan. Dan nama Cristiano Ronaldo, sekali lagi, terbukti menjadi ikon yang pengaruhnya melintasi batas-batas biasa; dari suporter garis keras hingga para bintang di layar lebar.
Artikel Terkait
PSM Makassar Kembali Dihukum FIFA, Dilarang Transfer Tiga Periode
Barcelona Incar Haaland Meski Kontrak di City Masih Panjang
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Buka Peluang bagi Indonesia
Herdman Panggil Elkan Baggott, Persaingan Bek Tengah Timnas Memanas