Tujuh Personel AS Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

- Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:35 WIB
Tujuh Personel AS Tewas dalam Bentrokan di Kapal Induk USS Abraham Lincoln

Sebuah insiden berdarah dilaporkan terjadi di atas kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, yang tengah bertugas di kawasan Samudra Hindia. Tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dalam bentrokan yang melibatkan senjata tajam, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa ini dinilai sebagai cermin meningkatnya keresahan di kalangan awak kapal dan tekanan yang kian memuncak di internal militer AS akibat masa pengerahan yang berkepanjangan. Kapal induk tersebut telah bertugas selama 263 hari, dengan misi utama menegakkan blokade laut yang diberlakukan Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya, insiden bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, naik ke kapal untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak. Keluhan ini muncul setelah keluarga tentara AS memprotes lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.

Begitu berbicara di hadapan personel yang berkumpul, penasihat itu disambut cemoohan dan lemparan botol air. "Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Situasi dengan cepat berubah menjadi bentrokan fisik yang ganas. "Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu. Hingga saat ini, belum ada tanggapan langsung dari militer AS maupun Gedung Putih atas laporan media Iran tersebut.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler