Muhammad Ramdhan akhirnya berhasil menembus gerbang Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) setelah dua kali mengalami kegagalan. Pada percobaan ketiga, putra daerah ini tidak hanya diterima, tetapi juga dinobatkan sebagai salah satu lulusan terbaik dan berkesempatan dilantik langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Perjalanan Ramdhan menuju IPDN tidaklah mudah. Keinginannya untuk berkuliah di kampus tersebut tumbuh dari kebiasaannya melewati gerbang IPDN setiap hari dan menyaksikan aktivitas petugas keamanan dalam (PKD). Namun, dua percobaan pertamanya kandas.
"Di tahun pertama [tes masuk] saya merasa down karena saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik, mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus," ujar Ramdhan dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026).
Di tengah keterpurukan, kedua orang tuanya tak henti memberi semangat. Sang ayah, pensiunan Polri berpangkat Ipda, dan ibu yang pensiunan guru, yakin putranya kelak menjadi Praja IPDN. "Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal. [Orang tua bilang] hasil yang baik itu pasti akan datang di waktu yang tepat," kata Ramdhan.
Setelah gagal pertama, Ramdhan melanjutkan studi di salah satu perguruan tinggi di Kota Bogor sambil mempersiapkan diri untuk seleksi berikutnya. Ia rutin belajar dan berlatih fisik, tetapi kembali gagal pada percobaan kedua. Meski demikian, ia tidak menyerah. Kegagalan itu ia jadikan bahan evaluasi: mempelajari pola soal Computer Assisted Test (CAT), menyusun strategi mengerjakan soal, hingga melatih manajemen waktu.
Usaha kerasnya akhirnya membuahkan hasil pada percobaan ketiga. Ramdhan diterima sebagai calon Praja Angkatan XXXIII pada tahun 2022. "Setiap kali melewati kampus itu, keinginan untuk berjuang kembali itu selalu muncul. Akhirnya lulus di tahun ketiga," katanya.
Selama tiga kali tes, Ramdhan mengaku tidak mengeluarkan biaya selain ongkos transport dan ujian SKD. Ia justru bersyukur karena semua fasilitas selama studi di IPDN ditanggung negara. "Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (seleksi penerimaan calon praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di asrama dan seragam pun dibiayai oleh negara," ucapnya.
Setelah diterima sebagai praja Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik, Ramdhan berkomitmen menjalani pendidikan dengan disiplin dan konsisten. Hasilnya, ia terpilih sebagai salah satu penerima penghargaan Sapta Abdi Praja, yang diberikan kepada sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026.
Prestasi itu menjadi kebanggaan bagi kedua orang tuanya, sekaligus mengantarkannya mengikuti pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto. "Suatu ketika saya sedang berbicara santai, ibu saya secara spontan (bilang) ingin saya dilantik langsung oleh presiden. Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santai itu menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah," tutupnya.
Artikel Terkait
Prabowo Tertarik pada Sepatu Riset BRIN, Harganya Mulai Rp 47 Ribu
BRIN Pamerkan Teknologi Nuklir Damai ke Prabowo, Siapkan PLTN Masa Depan
Prabowo Uji Ketahanan Genteng BRIN dengan Dibanting dan Diinjak
Prabowo Uji Ketahanan Genteng Sabut Kelapa Karya BRIN