Pembangunan hunian sementara bagi korban banjir dan longsor di Sumatera terus digenjot. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memang sedang berkejaran dengan waktu. Tujuannya jelas: memindahkan ribuan pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ke tempat yang lebih layak.
Targetnya punya tenggat waktu yang emosional: Idul Fitri 2026. Saat berkunjung ke Gayo Lues, Aceh, Kepala BNPB Letjen Suharyanto menegaskan komitmen itu. Pemerintah ingin memastikan para penyintas sudah bisa merayakan hari raya di bawah atap yang lebih baik, bukan di pengungsian.
“Keluarga yang menempati huntara akan diberikan bantuan oleh BNPB berupa perlengkapan dan makanan selama 10 hari sejak mereka masuk ke huntara,”
ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3).
Bantuan logistik itu dimaksudkan sebagai penyangga, untuk memenuhi kebutuhan paling dasar sebelum bantuan jaminan hidup dari pusat cair.
Lalu, sejauh mana progresnya? Data per 12 Maret menunjukkan, dari total 18.781 unit huntara yang direncanakan, sebanyak 15.346 unit sudah berdiri. Angka itu berarti progres keseluruhan mencapai 81 persen, naik sekitar 3 persen dibanding dua hari sebelumnya. Detailnya bervariasi di tiap daerah.
Artikel Terkait
HNW Dorong Diplomasi Haji untuk Perdamaian di Timur Tengah
1.418 Personel Gabungan Disiagakan untuk Arus Mudik Lancar dan Aman di Bogor
Polres Flores Timur Gelar Pasukan, Operasi Ketupat Turangga 2026 Dimulai
Massa Banser Protes dan Bakar Lambang KPK Usai Penahanan Mantan Menag Yaqut