Di sisi lain, situasi di lapangan memang memprihatinkan. Raja Juli membeberkan data yang cukup mencengangkan. Dulu, ada 42 kantong habitat gajah yang tercatat. Tapi sekarang, setelah pengecekan ulang, jumlahnya menyusut drastis tinggal sekitar 21 kantong saja.
Kalau dibiarkan begitu saja, tanpa campur tangan pemerintah yang serius, kerusakan habitat itu pasti akan berlanjut. Alhasil, nasib gajah sebagai spesies ikonik Indonesia terancam.
"Ini bisa berujung pada kepunahan. Itu kenapa intervensi kita harus cepat dan tepat,"
tegasnya.
Menariknya, Raja Juli juga menyelipkan cerita personal. Prabowo ternyata punya kecintaan khusus pada gajah. Satwa inilah yang paling disukainya. Namun begitu, upaya penyelamatan ini bukan sekadar urusan selera pribadi. Lebih dari itu, ini adalah soal tanggung jawab negara menjaga kekayaan alamnya.
Nantinya, Inpres tersebut akan menjadi dasar hukum bagi kementerian-kementerian terkait untuk bergerak. Mereka diharapkan bisa bersinergi dengan Kementerian Kehutanan dalam aksi penyelamatan ini. Semuanya demi satu tujuan: menjaga agar gajah Indonesia tetap ada dan lestari.
Artikel Terkait
Massa Banser Protes dan Bakar Lambang KPK Usai Penahanan Mantan Menag Yaqut
Laba Bersih BTN Melonjak 281,9% pada Februari 2026
Polda Riau Kerahkan 3.815 Personel untuk Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026
Kapolri Listyo Sigit Buka Puasa Bersama PB SEMMI, Tekankan Sinergi dengan Kampus