Meski begitu, ada secercah harapan. Pemerintah menangkap tanda-tanda pemulihan di sektor cukai belakangan ini.
“Informasi terakhir menunjukkan penerimaan cukai sudah kembali tumbuh sekitar 7 persen secara year-on-year. Ke depan kita berharap target penerimaan dari bea dan cukai bisa tercapai bahkan mungkin melebihi,”
kata Purbaya lagi.
Di sisi lain, realisasi belanja negara hingga Februari terpantau cukup agresif: Rp493,8 triliun. Angka itu setara dengan 12,8% dari pagu APBN dan melonjak 41,9% dibanding tahun sebelumnya. Belanja ini diarahkan untuk program prioritas, menjaga daya beli masyarakat, dan tentu saja, menggerakkan roda ekonomi sejak kuartal pertama.
“Memang desain APBN kita defisit. Tahun ini belanja kita upayakan lebih merata sepanjang tahun sehingga dampak belanja pemerintah terhadap perekonomian lebih terasa,”
jelasnya.
Menurut Purbaya, kombinasi ini pendapatan yang tumbuh, belanja yang cepat, dan defisit yang tetap terjaga menunjukkan APBN masih berfungsi optimal. Ia tak cuma jadi alat stabilisasi, tapi juga penggerak pertumbuhan nasional yang andal.
Artikel Terkait
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional
Pembentukan DOB Luwu Raya Tertunda, Tunggu Regulasi dan Keputusan Pusat
DPR Tetapkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sebagai Usulan Inisiatif