Nah, upaya pembersihan regulasi ini ternyata punya tujuan yang lebih besar. Prabowo meyakini, penegakan hukum yang tegas dan tanpa kompromi adalah fondasi utama. Tanpa itu, mustahil menciptakan iklim investasi yang positif dan menarik bagi para investor.
“Kami menyadari prasyarat bagi investasi adalah stabilitas politik dan ekonomi. Juga, kepastian penegakan hukum yang adil, yang dijamin oleh pemerintah yang kuat, bersih, dan demokratis,” paparnya.
Pesan yang disampaikan di panggung Davos itu jelas: reformasi birokrasi dan hukum sedang digenjot. Ia ingin menunjukkan bahwa Indonesia serius menata ulang rumahnya, demi menciptakan landasan yang lebih kokoh untuk pertumbuhan ekonomi ke depan.
Artikel Terkait
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional
Pembentukan DOB Luwu Raya Tertunda, Tunggu Regulasi dan Keputusan Pusat
DPR Tetapkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga sebagai Usulan Inisiatif