Pasar saham Indonesia kembali berakhir di zona merah pada Kamis (12/3/2026). IHSG ditutup melemah 27,28 poin, atau sekitar 0,37 persen, ke level 7.362,12. Padahal, awal sesi sempat memberi harapan dengan pembukaan hijau di 7.398. Bahkan, indeks sempat merangkak naik dan menyentuh level tertinggi harian di 7.436,50. Namun, tekanan jual akhirnya mendominasi hingga bel penutupan berbunyi.
Kalau dilihat dari pergerakan saham secara individual, gambarnya cukup jelas: pelemahan lebih luas. Dari total saham yang diperdagangkan, 483 tercatat melemah. Sementara yang mampu menguat hanya 224 saham, dan 251 lainnya stagnan atau flat. Transaksi hari ini pun cukup ramai, dengan volume mencapai 24,4 miliar saham dan nilai perdagangan menyentuh Rp13,6 triliun.
Di sisi lain, pergerakan indeks sektoral juga beragam. Mayoritas sektor memang terperosok merah, termasuk energi, konsumer, industri, hingga properti. Tapi, ada juga yang bertahan hijau. Sektor keuangan, transportasi, dan teknologi, misalnya, justru mencatatkan penguatan di tengah sentimen lesu pasar.
Begitu pula dengan indeks acuan. Indeks LQ45 dan JII ikut terseret pelemahan, masing-masing turun 0,14% dan 0,29%. Namun begitu, indeks IDX30 justru tampil perkasa dengan kenaikan 0,43 persen, diikuti MNC36 yang naik 0,23 persen.
Nah, yang menarik selalu adalah saham-saham yang jadi bintang dan yang terpuruk. Di papan gainers, KUAS melesat hampir 30 persen ke level Rp113. ALKA dan CSMI juga tak kalah perkasa, dengan kenaikan di atas 20 persen. Performa mereka seperti oasis di tengah gurun yang gersang.
Artikel Terkait
MR.D.I.Y Indonesia (MDIY) Catat Laba Bersih Rp1,1 Triliun dan Usul Dividen 40%
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Beban Bunga Utang Membengkak Capai Rp99,8 Triliun
HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar dari Laba 2025
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.893, Tekanan Eksternal dan Beban Utang Jadi Sorotan